PUNGGAWANEWS, Dalam ceramahnya, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa salat yang khusyuk adalah kunci untuk perbaikan hidup. Salat bukan hanya ritual, melainkan alat untuk membentuk pribadi yang lebih baik dan membawa kebahagiaan sejati. Ia menggarisbawahi lima keutamaan utama yang akan didapatkan seseorang yang salatnya benar.
1. Transformasi Perilaku Menuju Kebaikan
Salat yang dikerjakan dengan benar akan mentransformasi perilaku seseorang menjadi lebih baik. Seperti firman Allah dalam Surah Al-Ankabut ayat 45, “Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” Perbuatan keji (fahsya) seperti berkata kotor dan berzina, serta perbuatan mungkar seperti mencuri dan menipu, akan mustahil dilakukan oleh orang yang salatnya berkualitas. Ustadz Adi Hidayat menekankan bahwa jika seseorang masih sering mencela atau berbuat curang padahal ia salat, maka ada masalah besar dalam ibadahnya.
2. Ketenangan Jiwa di Tengah Musibah
Orang yang salatnya khusyuk akan mendapatkan ketenangan jiwa. Ketenangan ini tidak hanya berlaku untuk masalah kecil, tetapi juga untuk musibah terbesar sekalipun. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Surah Ar-Ra’d ayat 28, “Ketahuilah, dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” Salat adalah salah satu bentuk zikir (mengingat Allah) yang menggabungkan semua jenis ibadah, seperti membaca Al-Qur’an dan berdoa.
3. Kemudahan Urusan dan Rezeki yang Melimpah
Salat yang khusyuk menjanjikan kemudahan dalam segala urusan dan rezeki yang berlimpah dari arah yang tak terduga. Ustadz Adi Hidayat mengutip Surah At-Talaq ayat 2-3, “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka.” Shalat merupakan puncak ketakwaan, dan dengan itu, Allah akan memudahkan jalan hidup seseorang.
4. Doa yang Dikabulkan Seketika
Salat yang berkualitas akan mengantarkan pada terkabulnya doa. Nabi Zakaria ุนููู ุงูุณูุงู adalah contoh nyata. Beliau yang sudah divonis mandul dan berusia lanjut, berdoa di mihrab (tempat salat), dan Allah langsung mengabulkan doanya, memberinya keturunan bernama Yahya. Keajaiban ini juga dijanjikan kepada umat Nabi Muhammad ๏ทบ dalam hadis Qudsi, “Aku bagi dua salat antara Aku dengan hamba-Ku. Jika hamba-Ku benar salatnya, Aku akan berikan apapun yang dia minta.”
5. Jaminan Kesuksesan dan Kebahagiaan
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa tujuan utama salat adalah mencapai falah atau kesuksesan yang menghadirkan kebahagiaan. Seseorang yang benar salatnya akan merasakan kesuksesan di semua aspek kehidupan, baik sebagai suami, pegawai, maupun dalam berbisnis. Namun, ada dua faktor yang sering membuat salat kita tidak khusyuk:
- Membawa urusan dunia ke dalam salat: Seseorang yang khusyuk akan mempersiapkan diri secara fisik dan mental sebelum salat, seolah-olah itu adalah pertemuan terakhirnya dengan Allah.
- Tidak memahami bacaan salat: Ketidaktahuan akan arti setiap bacaan salat membuat ibadah terasa hampa dan tidak khusyuk.
Ustadz Adi Hidayat menutup ceramahnya dengan pesan, “Berubahlah mulai sekarang. Perbaiki hidup jangan banyak mainnya dan jangan buang waktu dengan yang sia-sia.” Ia mengajak para audiens untuk kembali merenungkan kualitas ibadah mereka, karena di situlah letak kunci kebahagiaan dan kesuksesan sejati.
















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.