Summarize the post with AI
Rakorpusda jadi momentum Pemkab Sinjai memperkuat langkah eliminasi TBC menuju Indonesia bebas TBC 2030.
PUNGGAWANEWS, SINJAI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai menegaskan komitmennya untuk menjadikan penanggulangan Tuberkulosis (TBC) sebagai salah satu agenda prioritas di tahun 2025. Hal itu ditegaskan usai mengikuti Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah (Rakorpusda) Penanggulangan TBC yang digelar Kementerian Dalam Negeri bersama Kementerian Kesehatan dan lintas kementerian terkait, Selasa (19/8/2025).
Rakorpusda yang disiarkan secara daring ini diikuti jajaran Pemkab Sinjai dari Command Center Kompleks Rumah Jabatan Bupati Sinjai. Agenda tersebut menjadi penting karena selaras dengan target percepatan eliminasi TBC di delapan provinsi prioritas, serta mendorong terbentuknya Rencana Aksi Daerah (RAD) dan Tim Percepatan Penanggulangan TBC (TP2TB) di seluruh kabupaten/kota, termasuk Sinjai.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Sinjai, drg. Farina Irfani, menegaskan bahwa pihaknya akan memperkuat sistem monitoring dan memastikan setiap kasus TBC mendapat penanganan intensif.
“Penanggulangan TBC merupakan prioritas kita tahun 2025. Kami mendorong deteksi dini dilakukan secara masif agar evaluasi ke depan lebih terukur dan hasilnya nyata dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa Indonesia masih menempati posisi kedua dunia dengan jumlah kasus TBC terbanyak, setelah India. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah pusat, sekaligus alasan pentingnya koordinasi lintas daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Penyakit Menular Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, Ina Agustina Isturini, memaparkan sejumlah langkah penanganan pasien TBC serta membuka ruang diskusi bersama pemerintah daerah mengenai tantangan di lapangan.
Hadir mendampingi Pemkab Sinjai antara lain Kabid P2P Dinkes Sinjai Akhirani, Kabid Sosial dan Ekonomi Bappeda Andi Ika Fajarwaty Atma, serta perwakilan dari Inspektorat Sinjai.
Pemkab berharap forum koordinasi ini menjadi pijakan awal untuk memperkuat kolaborasi, demi terwujudnya target eliminasi TBC pada tahun 2030.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.