Summarize the post with AI

PUNGGAWANEWS, ISLAMABAD — Harapan untuk mengakhiri konflik yang telah menguras energi kawasan Timur Tengah selama lebih dari sebulan terakhir kembali menemui jalan buntu. Amerika Serikat dan Iran gagal menghasilkan kesepakatan apapun setelah menjalani sesi perundingan panjang selama 21 jam di Islamabad, Pakistan, akhir pekan lalu. Wakil Presiden AS JD Vance yang memimpin delegasi Washington mengonfirmasi kegagalan tersebut secara langsung kepada wartawan.

Berbicara di ibu kota Pakistan pada Minggu dini hari waktu setempat, Vance menyatakan bahwa pihaknya telah memaparkan posisi Amerika dengan sejelas-jelasnya, termasuk batas-batas yang tidak bisa diganggu gugat. Namun Iran memilih untuk tidak menerima syarat-syarat yang diajukan. Delegasi AS dalam forum tersebut turut didampingi oleh Jared Kushner dan Steve Witkoff, sementara pihak Iran diwakili oleh tim yang dipimpin Ketua Parlemen Mohammad-Bagher Ghalibaf.

Perundingan yang berlangsung sejak Sabtu itu sempat melibatkan tim teknis dari kedua negara yang membahas sejumlah agenda konkret, antara lain situasi di Selat Hormuz, kemungkinan perpanjangan gencatan senjata, serta skema pelonggaran sanksi secara bertahap. Informasi tersebut disampaikan oleh seorang pejabat AS dan seorang pejabat Pakistan yang mengikuti jalannya pembahasan.

Namun agenda-agenda teknis tersebut justru menghindari pokok persoalan yang selama ini dianggap pemerintahan Trump sebagai akar dari meletusnya perang, yakni dukungan Teheran terhadap berbagai kelompok bersenjata proksi di kawasan, serta ambisi nuklir dan program pengembangan rudal Iran yang tak kunjung menemukan titik terang.



Follow Widget