Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS, BANDUNG — Ada kalanya kehidupan menghadirkan cerita yang jauh lebih kuat dari sekadar fiksi. Bukan kisah yang lahir dari ruang ber-AC, perpustakaan megah, atau lingkungan akademik yang kondusif, melainkan dari sudut yang paling sederhana dari keseharian seorang manusia biasa. Itulah yang kini sedang ramai diperbincangkan di kalangan pecinta sastra Indonesia, sebuah kisah tentang pedagang batagor asal Bandung bernama Asep Ardian yang novel perdananya berhasil menembus daftar pendek Kusala Sastra Khatulistiwa 2025, salah satu penghargaan sastra paling bergengsi di Tanah Air.
Novel yang ia tulis berjudul Oni Jouska: Perihal Laut dan Manusia di Mata Seekor Ikan Remora, diterbitkan oleh Ellunar Publishing pada September 2024. Perjalanannya kemudian mengejutkan banyak pihak ketika karya itu tercatat masuk dalam 10 nominasi kategori novel pada Mei 2025, sebelum akhirnya bertahan di lima besar daftar pendek pada Juni 2025. Sebuah pencapaian yang tidak sedikit pun terasa seperti kebetulan bagi mereka yang mau meluangkan waktu mengenal siapa Asep sebenarnya.
Latar belakang pria ini jauh dari gambaran sastrawan pada umumnya. Ia menempuh pendidikan di SMK, bukan di universitas sastra atau jurusan humaniora bergengsi. Setelah lulus, ia memilih jalan yang bagi sebagian orang terasa biasa saja, berdagang. Gerobak batagornya menjadi saksi bisu dari sebuah proses panjang yang sunyi, karena di antara melayani pembeli dan menunggu pelanggan berikutnya, Asep mengisi waktunya dengan membaca. Kebiasaan itu kemudian tumbuh menjadi dorongan menulis, dan dorongan menulis itu akhirnya menjelma menjadi sebuah novel utuh yang kini diperbincangkan di tingkat nasional.
Judul wawancara yang pernah menemaninya di platform Buruan, “Menulis dari Gerobak Batagor”, seolah merangkum segalanya dengan tepat. Tidak ada kemewahan kondisi, tidak ada jaminan lingkungan yang mendukung, hanya ada tekad seorang laki-laki yang memilih untuk tidak membiarkan waktu senggang berlalu tanpa makna.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.