Summarize the post with AI

PUNGGAWANEWS, Di sebuah lembah sunyi bernama Al-Hijr (Madain Saleh), pernah berdiri sebuah peradaban yang luar biasa. Kaum Tsamud dikenal sebagai bangsa yang kuat, cerdas, dan memiliki kemampuan luar biasa dalam memahat gunung. Tebing-tebing batu yang keras mereka ubah menjadi rumah megah, istana kokoh, dan simbol kejayaan yang seolah tak akan runtuh oleh waktu.

Kemakmuran melimpah di negeri mereka. Mata air mengalir jernih, kebun-kebun tumbuh subur, dan perdagangan berkembang pesat. Segala yang mereka miliki perlahan menumbuhkan keyakinan berbahaya—bahwa mereka tak akan pernah hancur.

Namun sejarah manusia sering mengulang pola yang sama. Ketika kekuatan dan kekayaan mencapai puncaknya, kesombongan pun mulai tumbuh.

Di tengah kejayaan itu, Allah mengutus seorang nabi dari kalangan mereka sendiri, Nabi Saleh. Ia dikenal jujur, bijaksana, dan dihormati sejak muda. Banyak yang bahkan berharap ia menjadi pemimpin besar. Namun segalanya berubah ketika ia menyeru kaumnya untuk menyembah satu Tuhan dan meninggalkan berhala.

Seruan itu tidak disambut dengan keimanan, melainkan ejekan.



Follow Widget