Summarize the post with AI

PUNGGAWANEWS, JAKARTA — Upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap dunia aset digital kembali digulirkan. Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menyelenggarakan Bulan Literasi Kripto (BLK) 2026 yang berlangsung selama April hingga Mei 2026. Memasuki tahun keempatnya, program ini tampil dengan wajah baru yang lebih ambisius dan menjangkau segmen yang jauh lebih beragam dibanding sebelumnya.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya program ini lebih terfokus pada kalangan tertentu, kali ini BLK 2026 secara tegas menyasar spektrum yang lebih luas, mulai dari masyarakat umum, kalangan akademisi, para influencer digital, pengembang teknologi, hingga aparat penegak hukum. Langkah ini mencerminkan kesadaran bahwa literasi kripto bukan lagi urusan segelintir pelaku industri, melainkan kebutuhan lintas profesi dan generasi.

Mengusung tema “Integrasi Inovasi Blockchain dan Kripto: Mewujudkan Transformasi Ekosistem Digital yang Inklusif”, BLK 2026 menempatkan kolaborasi lintas sektor sebagai fondasi utama. Transformasi digital yang dicita-citakan bukan sekadar soal teknologi canggih, melainkan tentang bagaimana teknologi itu bisa dirasakan manfaatnya secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Salah satu isu yang mencuat dalam penyelenggaraan tahun ini adalah peran influencer dan kreator konten dalam ekosistem kripto nasional. CEO INDODAX, William Sutanto, menilai keberadaan para influencer sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pertumbuhan industri ini, namun tetap membutuhkan kerangka aturan yang tegas dan terukur.



Follow Widget