Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS, YERUSALEM — Kesedihan yang telah lama menggantung akhirnya berubah menjadi isak tangis kebahagiaan. Kamis pagi, 9 April 2026, menjadi hari yang tak akan terlupakan bagi umat Islam Palestina ketika Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur kembali membuka pintunya untuk pertama kali setelah empat puluh hari ditutup sepenuhnya oleh otoritas Israel.
Begitu azan Subuh berkumandang dan gerbang kompleks Al-Haram Al-Sharif perlahan terbuka, ratusan warga Palestina yang telah menunggu bergegas memasuki kawasan suci itu. Suasana haru seketika memenuhi halaman masjid. Banyak jemaah yang tak kuasa menahan air mata, berlutut dan bersujud syukur di atas tanah yang selama lebih dari sebulan tak bisa mereka jejaki. Kerinduan panjang itu tumpah ruah dalam doa dan tangis yang bercampur jadi satu.
Penutupan total Al-Aqsa diberlakukan sejak 28 Februari 2026, bertepatan dengan meletusnya operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Selama rentang waktu itu, hanya staf masjid dan pejabat Wakaf Islam Yerusalem yang diizinkan masuk, sementara ratusan ribu warga Palestina terpaksa menjalankan ibadah di masjid-masjid kecil yang tersebar di penjuru kota.
Nestapa kian terasa ketika penutupan tersebut berlangsung tepat di jantung bulan Ramadan 1447 H hingga melewati hari raya Idul Fitri. Untuk pertama kalinya sejak Israel menduduki Yerusalem Timur pada 1967, shalat Idul Fitri tidak dapat dilaksanakan di Masjid Al-Aqsa — sebuah catatan kelam yang belum pernah terjadi dalam lebih dari setengah abad terakhir.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.