Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS, BANDUNG — Gaya kepemimpinan Gubernur Jawa Barat yang kerap terlihat lebih sering berada di lapangan dibandingkan di kantor menuai sorotan publik. Banyak pihak mempertanyakan apakah aktivitas tersebut mencerminkan spontanitas semata atau justru bagian dari strategi yang terencana.
Dalam perbincangan bersama Helmy Yahya, Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa aktivitas gubernur bukan tanpa perencanaan. Ia menyebut, pendekatan yang dilakukan merupakan kombinasi antara kerja lapangan yang intensif dengan proses administrasi yang tetap berjalan ketat di belakang layar.
Menurut Herman, gubernur tidak terpaku bekerja di satu kantor saja. Dengan wilayah Jawa Barat yang luas dan memiliki 27 kabupaten/kota, aktivitas pemerintahan dijalankan secara mobile. “Kantor gubernur itu ada di seluruh Jawa Barat. Beliau hadir langsung di tengah masyarakat untuk memastikan persoalan teridentifikasi dan ditangani cepat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, meskipun terlihat spontan, setiap keputusan tetap melalui proses verifikasi berlapis. Gubernur disebut rutin melakukan komunikasi intens dengan jajaran birokrasi sebelum mengambil kebijakan. Bahkan, dalam sehari, koordinasi bisa dilakukan berkali-kali untuk memastikan keputusan sesuai aturan.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.