BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Summarize the post with AI

PUNGGAWANEWS, JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin Rapat Kerja Pemerintah bersama seluruh anggota Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu 8 April 2026. Forum strategis yang turut dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, para menteri koordinator, kepala badan, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, Kepala BIN, seluruh pejabat eselon I, serta para direktur utama BUMN itu menjadi panggung Prabowo menyampaikan arahan komprehensif memasuki usia satu setengah tahun pemerintahannya.

Membuka arahannya, Prabowo menyebut perjalanan 18 bulan sejak Oktober 2024 sebagai periode yang penuh capaian di tengah tekanan global yang tidak menentu. Konflik bersenjata di berbagai penjuru dunia, gejolak harga energi akibat ketegangan di Selat Hormuz, serta ketidakstabilan rantai pasok internasional disebut sebagai latar belakang yang menguji ketangguhan pemerintah. Namun ia menegaskan bahwa Indonesia berhasil menavigasi semua ancaman itu dengan kepala tegak.

Prabowo mengingatkan seluruh jajarannya betapa strategisnya posisi Indonesia di mata dunia. Ia menyoroti fakta bahwa 70 persen kebutuhan energi dan perdagangan kawasan Asia Timur — mencakup Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Tiongkok, dan Filipina — melintas melalui perairan Indonesia, termasuk Selat Malaka, Selat Sunda, dan Selat Makassar. Menurutnya, kesadaran akan nilai geopolitik ini harus menjadi fondasi dalam setiap pengambilan keputusan bernegara.

Dalam menghadapi krisis energi global, Presiden menyatakan bahwa 12 bulan ke depan menjadi periode kritis yang harus dilalui bersama. Pemerintah telah mengkaji seluruh sumber daya energi dalam negeri dan menyimpulkan bahwa cadangan nasional jauh lebih besar dari yang selama ini disadari, termasuk potensi konversi batu bara menjadi bahan bakar cair seperti solar dan bensin, serta pemanfaatan komoditas pertanian seperti singkong dan jagung sebagai bahan baku energi alternatif. Ia memastikan subsidi bahan bakar minyak untuk rakyat kecil dan kelompok miskin tetap dipertahankan, sementara kelompok mampu secara bertahap akan membayar harga pasar.



Follow Widget