Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS, SINJAI – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Sinjai dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Sinjai turun langsung melakukan pemantauan dan menemukan sejumlah faktor utama penyebab terjadinya kepadatan pengisian BBM.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, antrean terjadi hampir di seluruh SPBU dan dipicu oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat, terutama pasca momentum Idulfitri yang mendorong lonjakan mobilitas. Selain itu, perilaku pembelian dalam jumlah besar juga turut memperparah kondisi antrean.
Dinas Perindag turut menyoroti praktik pengisian BBM menggunakan jeriken yang dinilai memperlambat proses distribusi di SPBU. Jika tidak sesuai aturan, pengisian jeriken berpotensi mengganggu pelayanan bagi kendaraan yang menjadi prioritas.
“Kami menemukan adanya pengisian menggunakan jeriken yang ikut memperpanjang antrean. Ini perlu ditertibkan agar distribusi BBM lebih tepat sasaran,” demikian hasil temuan lapangan Dinas Perindag.
Meski antrean terjadi, Perindag menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan disebabkan oleh kelangkaan BBM. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi yang memastikan ketersediaan BBM di wilayah Sinjai, Bulukumba, dan Jeneponto dalam kondisi aman dan mencukupi.
Pertamina mengungkapkan bahwa penyaluran BBM di sejumlah wilayah justru mengalami peningkatan dibanding rata-rata normal. Di Kabupaten Sinjai, penyaluran gasoline tercatat mencapai 107,4 persen, sementara gasoil mencapai 105,1 persen.
Sementara itu, di Kabupaten Bulukumba, penyaluran gasoline mencapai 120,2 persen dan gasoil 93,8 persen. Adapun di Kabupaten Jeneponto, penyaluran gasoline tercatat sebesar 124,1 persen dan gasoil 96,2 persen. Data ini menunjukkan bahwa suplai BBM terus diperkuat untuk mengimbangi meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Pertamina menegaskan bahwa antrean yang terjadi lebih disebabkan oleh peningkatan konsumsi secara bersamaan serta kekhawatiran masyarakat yang memicu pembelian berlebih, bukan karena keterbatasan stok. Distribusi BBM pun terus dioptimalkan melalui pemantauan stok secara real-time serta koordinasi intensif dengan seluruh SPBU.
Dinas Perindag Sinjai mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan dan tetap mengikuti prosedur yang berlaku di SPBU. Pengawasan distribusi akan terus diperketat, termasuk penertiban penggunaan jeriken guna memastikan penyaluran BBM tepat sasaran.
Dengan langkah pengawasan dari pemerintah daerah serta jaminan pasokan dari Pertamina, diharapkan antrean BBM di Sinjai dapat segera terurai dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.