Summarize the post with AI

PUNGGAWANEWS, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memberikan penjelasan mendalam mengenai strategi diplomasi Indonesia dalam konflik Palestina-Israel, khususnya terkait keputusan kontroversial bergabung dengan Board of Peace (BOP). Dalam sebuah pertemuan tertutup, sang presiden mengungkapkan filosofi geopolitik yang mendasari langkah tersebut.

Filosofi “Lebih Baik Duduk Semeja”

Dengan suara bariton khasnya, Prabowo membuka penjelasan dengan kalimat yang penuh makna: “Kita ini lebih baik duduk semeja daripada menjadi menu di atas meja.”

Pernyataan tersebut mengandung analisis tajam tentang dinamika kekuatan global. Menurut Prabowo, negara-negara yang belum memiliki kekuatan memadai seringkali menjadi mangsa empuk bagi negara-negara kuat yang haus sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan domestik dan ambisi politik para pejabatnya.

“Negara kuat menggunakan berbagai instrumen kekuatan—diplomasi, mata uang, teknologi, ekonomi, hingga militer, terutama operasi intelijen—untuk menjadi momok menakutkan bagi negara yang belum kuat,” ungkap Prabowo.

Ia menambahkan, melalui soft power, negara-negara dominan dapat menggoyahkan stabilitas politik negara lemah. Ketidakstabilan tersebut membuat pemerintah tersibak mengurusi gejolak internal, yang pada akhirnya menggerogoti fondasi ekonomi.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________

Countdown Piala Dunia 2026
FIFA World Cup 2026™
11 June – 19 July 2026
0 days
0 hours
0 mins
0 secs
View matches
PUNGGAWASPORT