Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS, AMSTERDAM – Meski cuaca dingin musim semi yang berkisar 7-9 derajat Celsius dan hembusan angin kencang menyelimuti Belanda, semangat umat Muslim untuk merayakan Idul Fitri tetap membara. Ribuan jemaat, termasuk diaspora Indonesia, memadati berbagai pusat perayaan di negeri kincir angin tersebut dengan penuh suka cita.
Di Kota Den Haag, Masjid Al-Hikmah menjadi saksi bisu antusiasme luar biasa umat Muslim dari berbagai penjuru dunia sejak pagi hari. Masjid yang menjadi salah satu episentrum perayaan Lebaran bagi komunitas Muslim ini dipenuhi jemaat dari beragam negara, termasuk warga negara Indonesia yang tinggal di perantauan.
Lantunan takbir yang menggema di sepanjang pelaksanaan salat Idul Fitri menciptakan atmosfer spiritual yang khusyuk sekaligus haru. Nuansa ukhuwah Islamiah terasa begitu kental, menghadirkan kehangatan di tengah suhu udara yang menggigit.
Momen paling ditunggu adalah tradisi bersalaman usai menunaikan ibadah. Saling bermaafan menjadi simbol persaudaraan yang mempererat ikatan antarjemaat, terutama bagi para pelajar dan pekerja Indonesia yang harus merayakan hari kemenangan ini jauh dari kampung halaman.
“Lebaran di perantauan memberikan makna tersendiri. Meski jauh dari keluarga, kebersamaan dengan sesama warga Indonesia dan sahabat membuat kami tetap merasakan kehangatan tradisi Lebaran,” ungkap salah seorang diaspora Indonesia.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.