Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS, Perbedaan penentuan awal Ramadan dan Idul Fitri selama ini menunjukkan belum adanya kesatuan kalender di dunia Islam. Berbeda dengan kalender Masehi yang seragam, umat Islam masih bergantung pada rukyat hilal yang kerap memicu perbedaan. Muhammadiyah melalui gagasan Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) menawarkan solusi berbasis hisab astronomi dengan kriteria ilmiah yang berlaku global.
Di video kali ini, aku ngajak kamu ngopi sambil ngebedah proyek peradaban paling ambisius abad ini: Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang lagi digas pol sama Muhammadiyah. Kita bakal bahas kenapa penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah (tahun 2026) nggak cuma ngandelin pantauan mata telanjang di ufuk lokal, tapi pakai parameter sains global yang titik ekstremnya ada di Alaska!
Jika hilal memenuhi syarat di satu wilayah bumi, seluruh dunia dapat memulai bulan baru secara serentak. Pendekatan ini menekankan kepastian sains, melampaui keterbatasan penglihatan manusia, serta memperkenalkan konsep “berbagi malam” dalam satu siklus bumi. KHGT bukan sekadar metode, tetapi upaya menyatukan umat dalam satu waktu ibadah yang selaras, sebagai langkah menuju persatuan dan kemajuan peradaban Islam.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.