Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS, JAKARTA – Pemerintah Iran melalui perwakilannya di Indonesia mengecam keras serangan militer yang menimpa sebuah institusi pendidikan di wilayahnya. Insiden yang terjadi akhir Februari lalu itu diklaim telah merenggut ratusan nyawa pelajar perempuan.
Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyatakan kecaman keras atas serangan yang menghantam Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh di Kota Minab, Provinsi Hormozgan. Tragedi yang terjadi pada 28 Februari 2026 tersebut dilaporkan menewaskan 175 siswi sekolah dasar.
“Mereka adalah anak-anak yang tidak berdaya, yang seharusnya mengenyam pendidikan dan merajut harapan untuk masa depan mereka. Namun, nyawa polos itu melayang akibat keganasan serangan rudal,” ujar Boroujerdi dalam pernyataannya saat acara santunan yang digelar di kediaman resminya, Jakarta, Sabtu (14/3), sebagaimana dikutip Antara.
Kategorikan sebagai Pelanggaran Hukum Internasional
Diplomat senior Iran itu menegaskan bahwa serangan terhadap fasilitas pendidikan tersebut merupakan bentuk nyata dari kejahatan perang. Menurutnya, tindakan itu telah melanggar prinsip fundamental dalam hukum perang yang mengharuskan adanya pembedaan tegas antara target militer dan objek sipil.
“Kenyataan yang lebih memilukan adalah pengakuan dari pihak Amerika Serikat sendiri bahwa mereka yang melakukan serangan tersebut,” tambah Boroujerdi.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.