Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS, BALIKPAPAN– Aroma harum masakan memenuhi halaman Masjid Nurul Qiyam di kawasan Serobong, Kelurahan Prapatan, Kecamatan Balikpapan Kota, Kalimantan Timur. Puluhan ibu-ibu terlihat sibuk di dapur umum, menyiapkan ratusan porsi menu buka puasa dengan penuh semangat meski tengah menjalankan ibadah puasa.
Pemandangan ini bukan kejadian sesaat, melainkan tradisi yang telah mengakar kuat sejak tahun 2009. Selama hampir dua dekade, masyarakat di wilayah ini mempertahankan kebiasaan unik: menyelenggarakan buka puasa bersama dengan menyajikan menu makanan berat, bukan sekadar kolak atau takjil ringan seperti umumnya.
“Setiap tahunnya, kami menyediakan menu makanan berat untuk berbuka puasa. Hidangannya bervariasi setiap hari, mulai dari sate, nasi dengan lauk pauk lengkap, hingga menu-menu lainnya,” ungkap salah seorang pengurus RT setempat.
Sistem Bergilir Delapan RT
Keunikan tradisi ini terletak pada sistem pengelolaannya yang melibatkan gotong royong warga dari delapan RT. Enam RT berasal dari wilayah Prapatan, sementara dua RT lainnya dari Telagasari. Setiap RT mendapat giliran menyiapkan hidangan berbuka puasa selama tujuh hari penuh.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.