PUNGGAWANEWS, GAZA – Konflik di Jalur Gaza kembali memanas. Menjelang penyelenggaraan pertemuan Dewan Perdamaian (Board of Peace) di ibu kota Amerika Serikat pekan ini, Israel melancarkan serangkaian serangan yang menewaskan sedikitnya 12 warga Palestina sejak Minggu lalu. Aksi militer ini dinilai mencederai kesepakatan gencatan senjata yang masih berlaku.

Serangan paling mematikan terjadi di kamp pengungsi Jabalia, Gaza utara, di mana pasukan Israel membombardir tenda-tenda penampungan warga sipil. Lima orang dinyatakan tewas dalam insiden tersebut, demikian disampaikan sumber dari rumah sakit setempat kepada media Aljazirah.

Tidak hanya di utara, wilayah selatan Gaza juga menjadi sasaran. Lima korban jiwa lainnya berjatuhan akibat serangan di kawasan barat Khan Younis. Korban kesebelas adalah Sami al-Dahdouh, seorang komandan militer dari kelompok Jihad Islam Palestina (PIJ), yang tewas dalam operasi Israel di lingkungan Tal al-Hawa, timur Kota Gaza.

Hamas: Ini Pembantaian dan Eskalasi Kriminal

Hazem Qassem, juru bicara Hamas, dengan tegas mengecam tindakan Israel. “Ini adalah pembantaian baru dan eskalasi kriminal,” tegasnya. Qassem menilai serangan-serangan ini sebagai bukti bahwa Israel sengaja menciptakan kenyataan berdarah di lapangan.

“Rezim pendudukan ingin menunjukkan bahwa semua upaya untuk menciptakan ketenangan di Gaza tidak ada artinya. Mereka terus melakukan agresi meskipun banyak pihak menyerukan kepatuhan terhadap gencatan senjata,” ujar Qassem.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________