- 2. Niat Puasa: Wajib Sebelum Subuh
- 3. Hal-hal Seputar Puasa
- 4. Ibu Hamil dan Menyusui
- 5. Shalat Tarawih: 8 atau 20 Rakaat?
- 6. Dzikir dan Doa Setelah Tarawih
- 7. Witir Tidak Boleh Dua Kali
- 8. Melafalkan Niat (Usholli)
- 9. Zakat Fitrah: Waktu dan Bentuk
- 10. Besaran Zakat Fitrah
- 11. Zakat Mal (Harta)
- 12. Puasa 6 Hari Syawal dan Qadha
- 13. Ziarah Kubur di Hari Raya
- 14. Prinsip Tarhib Ramadhan
- Penutup
Menjelang Ramadhan, seorang muslim tidak cukup hanya menyiapkan menu sahur dan berbuka. Ia perlu menyiapkan ilmu, agar ibadahnya sah, benar, dan bernilai di sisi Allah ﷻ. Dalam kajian Tarhib Ramadhan, Ustadz Abdul Somad membedah buku 30 Fatwa Ramadhan yang berisi persoalan-persoalan praktis seputar puasa dan ibadah Ramadhan.
Berikut rangkuman pembahasannya.
1. Penetapan Awal Ramadhan: Hilal dan Perbedaan Metode
Awal Ramadhan ditentukan dengan rukyat (melihat hilal) atau istikmal (menyempurnakan 30 hari Sya’ban).
Di Indonesia, terdapat perbedaan metode:
- Pemerintah melalui MUI/Kemenag menggunakan kriteria tinggi hilal minimal 3 derajat.
- Muhammadiyah menggunakan metode hisab dengan kriteria berbeda (bahkan di bawah 3 derajat).
Karena itu, kadang terjadi perbedaan awal puasa. Sikap yang benar adalah mengikuti keputusan otoritas negeri tempat kita tinggal. Dari Aceh sampai Papua, keputusan berlaku nasional.
Prinsipnya:
Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.