- 1. Hidup di Dunia Hanya Sementara
- 2. Al-Qur’an: Panduan Hidup Dunia dan Akhirat
- 3. Bekal yang Sebenarnya untuk Pulang
- 4. Konsep Amal Saleh: Mengubah Dunia Jadi Akhirat
- 5. Ramadhan: Momentum Penghapusan Dosa
- 6. Bahaya Menyia-nyiakan Ramadhan
- 7. Persiapan Menyambut Ramadhan
- 8. Ramadhan Bisa Jadi yang Terakhir
- Penutup
Alhamdulillāh, segala puji bagi Allah ﷻ yang masih memberikan kita iman dan kesempatan untuk beribadah. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Kajian ini mengingatkan kita tentang satu momentum besar: menyambut bulan Ramadhan sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah.
1. Hidup di Dunia Hanya Sementara
Setiap muslim meyakini bahwa kehidupan dunia hanyalah persinggahan. Setelahnya ada:
- Gerbang: kematian
- Ruang tunggu: alam kubur
- Evaluasi: hisab di Mahsyar
- Tempat abadi: akhirat (surga atau neraka)
Allah ﷻ berfirman:
“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.”
(QS. Al-Qur’an, 51:56)
Artinya, seluruh aktivitas hidup di dunia seharusnya bernilai ibadah sebagai bekal menuju akhirat.
2. Al-Qur’an: Panduan Hidup Dunia dan Akhirat
Islam tidak hanya memberi informasi, tetapi juga kurikulum kehidupan yang lengkap.
Di dalam Al-Qur’an terdapat 114 surah, 30 juz—bukan sekadar bacaan, tetapi pedoman hidup. Nabi ﷺ mempraktikkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan nyata. Para ulama kemudian menyusun bab-bab kehidupan berdasarkan praktik Nabi, seperti dalam karya Imam Bukhari dan Imam Muslim.
Sejarah membuktikan:
- Generasi sahabat menjadi khairu ummah
- Peradaban besar lahir di Timur dan Andalusia
- Islam membangun Nusantara dengan kemajuan
Kesimpulannya:
Siapa yang mengikuti pedoman Al-Qur’an dan Sunnah, dunia dan akhiratnya terjamin.
3. Bekal yang Sebenarnya untuk Pulang
Kita serius menyiapkan bekal dunia:
- Pakaian terbaik
- Kendaraan nyaman
- Rumah megah
- Investasi berlimpah
Namun, pertanyaannya:
Sudahkah kita menyiapkan bekal untuk alam kubur dan akhirat?
Allah tidak meminta kita membawa harta dunia. Yang dibawa hanyalah amal saleh.
Allah berfirman:
“Barang siapa membawa satu kebaikan, maka baginya sepuluh kali lipat.”
(QS. Al-Qur’an, 6:160)
Inilah yang disebut hasanah—pahala yang dicatat dan menjadi bekal pulang.
4. Konsep Amal Saleh: Mengubah Dunia Jadi Akhirat
Segala hal bisa menjadi amal saleh jika diniatkan dan digunakan pada jalan yang benar:
- Mata → melihat yang halal
- Telinga → mendengar yang baik
- Lisan → berkata jujur dan lembut
- Pakaian → digunakan untuk ibadah
- Kendaraan → mengantar ke majelis ilmu
- Handphone → menyebarkan kebaikan
Lawannya adalah maksiat.
Sayyidina Ali bin Abi Thalib pernah mengungkapkan keheranannya:
Banyak orang ingin surga tetapi mengoleksi perbuatan neraka.
Ini saatnya muhasabah:
- Berapa persen taat?
- Berapa persen maksiat?
5. Ramadhan: Momentum Penghapusan Dosa
Allah Maha Mengetahui kelemahan hamba-Nya. Maka diberikan momentum-momentum penghapus dosa:
- Shalat ke shalat
- Jumat ke Jumat
- Dan puncaknya: Ramadhan
Allah berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa…”
(QS. Al-Qur’an, 2:183)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
“Barang siapa qiyam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Ramadhan adalah:
- Pembersih 11 bulan dosa
- Madrasah takwa
- Momentum transformasi diri
6. Bahaya Menyia-nyiakan Ramadhan
Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Jibril berdoa:
“Celakalah orang yang mendapati Ramadhan tetapi tidak diampuni dosanya.”
Dan Nabi ﷺ mengaminkan doa tersebut.
Bayangkan, dua “Aamiin” dari dua makhluk mulia — tanda betapa seriusnya peringatan ini.
7. Persiapan Menyambut Ramadhan
Bagaimana cara menyambut Ramadhan sesuai Al-Qur’an dan Sunnah?
1️⃣ Taubat sebelum masuk Ramadhan
Bersihkan diri sebelum dibersihkan.
2️⃣ Perbaiki niat
Puasa bukan sekadar menahan lapar, tetapi membangun takwa.
3️⃣ Tingkatkan kualitas ibadah
- Perbanyak tilawah Al-Qur’an
- Qiyamullail
- Sedekah
- Dzikir
4️⃣ Evaluasi diri
Jangan sampai Ramadhan ini menjadi Ramadhan terakhir tanpa perubahan.
8. Ramadhan Bisa Jadi yang Terakhir
Setiap menjelang Ramadhan selalu ada orang baik yang dipanggil Allah. Itu pengingat bagi kita:
- Bisa jadi ini Ramadhan terakhir.
- Bisa jadi ini kesempatan terakhir untuk diampuni total.
Maka doa yang patut kita panjatkan:
Allahumma barik lana fi Sya’ban wa ballighna Ramadhan.
Ya Allah, berkahilah kami di bulan Sya’ban dan sampaikan kami ke bulan Ramadhan.
Penutup
Ramadhan bukan sekadar tradisi tahunan. Ia adalah:
- Momentum pembersihan total
- Kesempatan emas meraih ampunan
- Madrasah menuju takwa
- Bekal pulang menuju Allah
Mari sambut Ramadhan dengan:
- Kesungguhan
- Taubat yang tulus
- Tekad perubahan
- Komitmen menjadi pribadi bertakwa
Semoga Allah ﷻ menyampaikan kita ke Ramadhan, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita hamba yang pulang dalam keadaan bersih.
Rabbana atina fid-dunya hasanah, wa fil-akhirati hasanah, wa qina ‘adzaban-nar. Aamiin.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.