PUNGGAWANEWS, Bulan Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sebuah “Bulan Pelatihan” (upgrading) bagi setiap mukmin untuk meningkatkan kapasitas iman dan amal salehnya. Agar kita tidak kehilangan momentum emas ini, diperlukan persiapan matang dan pemahaman tentang cara melipatgandakan pahala.

1. Membangun Motivasi dengan At-Targhib dan At-Tarhib

Kunci konsistensi dalam ibadah adalah mempelajari janji Allah. Dalam Islam, dikenal istilah:

  • At-Targhib: Dalil-dalil yang memotivasi dan berisi janji pahala agar kita semangat beribadah.
  • At-Tarhib: Ancaman atau peringatan bagi pelanggar agama agar jiwa tertahan dari perbuatan dosa.

Dengan mempelajari keduanya, seorang muslim akan memiliki “rem” saat ingin bermaksiat dan “mesin” saat ingin beramal.

2. Strategi Melipatgandakan Pahala

Jangan hanya beramal “apa adanya”. Ustaz Khalid menekankan tiga cara cerdas untuk memanen pahala yang lebih besar:

A. Menjadi “Marketing” Ibadah

Jangan beribadah sendirian. Ajaklah orang lain.

Contoh: Jika Anda menyebarkan info taklim dan ada 10 orang yang hadir karena ajakan Anda, maka Anda mendapatkan pahala kehadiran Anda sendiri plus pahala 10 orang tersebut tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.

B. Memperbaiki “Kemasan” Amal

Perlakukan ibadah dengan istimewa.

  • Shalat Malam: Jangan gunakan mukena yang lusuh atau tidak dicuci. Gunakan pakaian terbaik, wangi-wangian, dan siapkan hafalan atau mushaf untuk memperpanjang bacaan.
  • Sedekah: Siapkan uang baru dan bersih yang khusus dipisahkan untuk sedekah, bukan sekadar uang sisa di dompet. Mengemas sedekah dengan cara terbaik (seperti menjahit sendiri atau memasak sendiri seperti Ibunda Zainab binti Jahsy) akan mendatangkan pahala ekstra.

C. Memanfaatkan Keutamaan Tempat dan Waktu

Gunakan niat yang tulus jika belum mampu mendatangi tempat mulia. Seseorang yang berniat jujur ingin berwakaf atau beribadah di Masjidil Haram namun belum memiliki harta, bisa mendapatkan pahala yang sama dengan pelakunya berkat ketulusan niatnya.

3. Ramadhan sebagai Bulan Al-Qur’an

Keutamaan utama Ramadhan adalah turunnya Al-Qur’an (Syahru Ramadhanalladzi unzila fihil Qur’an).

Rasulullah SAW dan para ulama Salaf menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk “berhenti sejenak” dari urusan dunia dan fokus penuh pada Al-Qur’an.

  • Membaca (Tilawah): Membaca secara berurutan dari Al-Fatihah hingga An-Nas.
  • Syafaat: Al-Qur’an akan datang pada hari kiamat sebagai pembela bagi pembacanya.
  • Perumpamaan Buah Utruja: Rasulullah mengibaratkan orang mukmin yang membaca Al-Qur’an seperti buah Utruja—baunya harum dan rasanya manis. Sedangkan yang beriman tapi tidak membaca Al-Qur’an seperti buah kurma—rasanya manis tapi tidak berbau.

Kesimpulan

Waktu ibadah yang terlewat tidak akan pernah bisa kembali. Satu detik yang berlalu adalah kerugian jika tidak diisi dengan ketaatan. Oleh karena itu, mari kita persiapkan diri sebelum Ramadhan tiba dengan memperdalam ilmu dan membulatkan niat.

Sumber

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________