Dengan visi “GERAK”, Thomas Djiwandono siap menggerakkan kebijakan moneter Indonesia menuju stabilitas yang lebih solid dan pertumbuhan yang lebih inklusif.
PUNGGAWANEWS, JAKARTA – Komisi XI DPR RI secara resmi menyetujui Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk periode lima tahun ke depan. Keputusan ini diambil setelah Thomas menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) pada Senin sore, 26 Januari 2026, di Kompleks Parlemen.
Dalam paparannya, menantu Presiden Prabowo Subianto ini menguraikan visi strategis kebijakan moneter yang akan dijalankannya dengan satu kata kunci: “GERAK”—sebuah akronim yang merangkum lima pilar utama arah kebijakan Bank Indonesia di masa mendatang.
Tantangan Global, Peluang Domestik
Thomas mengakui bahwa perekonomian Indonesia masih akan berhadapan dengan sejumlah tantangan eksternal, di antaranya ketidakpastian ekonomi global, volatilitas tinggi di pasar keuangan internasional, serta tren penurunan inflasi global yang belum stabil.
Meski demikian, ia optimistis bahwa fondasi ekonomi dalam negeri cukup solid untuk didorong lebih jauh. Tingkat inflasi yang rendah dan terkendali di kisaran target 2,5 persen (±1 persen) dinilai memberikan ruang gerak yang luas bagi penguatan ekonomi nasional.
“Pertumbuhan ekonomi kita cukup resilien. Di kuartal III 2025, ekonomi Indonesia tumbuh 5,04 persen dengan inflasi di level 2,9 persen. Sektor manufaktur juga tetap ekspansif,” ungkap Thomas dalam sesi uji kelayakan.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.