Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS, BULU’SARAUNG — Lereng terjal Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menjadi saksi bisu salah satu tragedi penerbangan yang mengguncang nurani bangsa. Cuaca ekstrem berupa hujan tanpa henti, kabut tebal, serta medan bebatuan dan hutan lebat menyelimuti kawasan tersebut saat pesawat ATR 42-500 mengalami kecelakaan dalam sebuah misi patroli dan pengawasan udara.
Pesawat tersebut sebelumnya lepas landas dalam kondisi normal. Tidak ada tanda-tanda gangguan teknis maupun cuaca yang mencurigakan saat awal penerbangan. Di dalam kabin, awak dan personel menjalankan tugas sebagaimana mestinya, tanpa firasat bahwa perjalanan itu akan menjadi yang terakhir.






Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.