PUNGGAWANEWS, HAMBALANG – Presiden Republik Indonesia menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan fondasi utama kedaulatan dan kemerdekaan bangsa. Hal itu disampaikan Presiden dalam taklimat awal tahun 2026 bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Jawa Barat.
Menurut Presiden, tidak ada bangsa yang benar-benar merdeka jika tidak mampu menjamin kebutuhan makan rakyatnya. Karena itu, strategi transformasi bangsa yang ia canangkan sejak awal pemerintahan menempatkan swasembada pangan sebagai elemen utama kemandirian nasional.
“Swasembada pangan tidak hanya berarti beras. Beras memang makanan pokok, tetapi pangan mencakup karbohidrat dan protein. Beras, jagung, singkong, dan sumber protein harus kita kuasai sendiri,” tegas Presiden.
Presiden menilai dinamika global membuktikan bahwa ketergantungan pangan impor sangat berisiko. Konflik berkepanjangan di sejumlah negara pemasok beras seperti Thailand, Kamboja, dan Vietnam, serta ketegangan India–Pakistan, menjadi peringatan serius. Pengalaman pandemi Covid-19 juga menunjukkan bahwa dalam situasi krisis, negara pengekspor pangan bisa menutup keran ekspor meskipun Indonesia memiliki kemampuan finansial.
“Kalau kita tidak swasembada beras di tengah perang dan konflik global, apakah aman kita bergantung pada impor?” ujarnya.












Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.