Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara operasional 62 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyelenggarakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul ditemukannya ketidaksesuaian dalam penyajian menu selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa penutupan sementara ini dilakukan sebagai langkah tegas terhadap SPPG yang tidak mengikuti standar yang telah ditetapkan. “Sebanyak 62 SPPG kami hentikan operasionalnya untuk sementara waktu. Pelanggaran mereka berkisar pada penyajian menu yang tidak memadai, ada yang terlalu sederhana, ada pula yang kualitasnya di bawah standar. Selama Ramadan ini, kami putuskan untuk menutup sementara dapur-dapur tersebut,” ungkap Dadan saat ditemui media, Selasa (17/3).
Menurut Dadan, kasus 62 SPPG ini merupakan fenomena “vocal minority” atau minoritas yang vokal. Meski jumlahnya sedikit dibandingkan total SPPG yang beroperasi, kasus-kasus ini justru menjadi viral dan ramai diperbincangkan di media sosial. Padahal, ribuan SPPG lainnya telah menjalankan program dengan baik namun tidak mendapat sorotan publik.
“Perlu dipahami bahwa saat ini ada lebih dari 25.000 SPPG yang beroperasi di seluruh Indonesia. Namun 62 dapur yang bermasalah inilah yang kemudian viral dan mencuri perhatian. Ini adalah contoh klasik vocal minority. Ironisnya, mayoritas besar SPPG yang menjalankan tugasnya dengan baik justru menjadi silent majority yang tidak terdengar,” jelas Dadan.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.