BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Summarize the post with AI

Iran juga dikabarkan merancang daftar pembatasan khusus terhadap kapal-kapal dari negara tertentu. Armada yang memiliki keterkaitan dengan Amerika Serikat, Israel, maupun negara-negara pendukung rezim sanksi terhadap Tehran berpotensi tidak mendapat izin lintas sama sekali. Langkah ini semakin mempertegas posisi Iran dalam menjadikan Selat Hormuz sebagai kartu tekanan geopolitik di panggung internasional.

Di forum multilateral, sejumlah negara Teluk sebelumnya telah mengajukan proposal pembukaan kembali selat itu melalui mekanisme intervensi militer di Dewan Keamanan PBB. Namun usulan tersebut kandas setelah Rusia, China, dan Prancis kompak memberikan suara penolakan, dengan alasan menentang penggunaan kekuatan bersenjata untuk mengamankan jalur pelayaran sipil.

Pejabat Kantor Kepresidenan Iran kemudian menyampaikan syarat utama bagi pembukaan penuh Selat Hormuz: pendapatan dari biaya transit harus terlebih dahulu mampu menutup kerugian yang diderita akibat konflik yang berlangsung. Pernyataan ini menegaskan bahwa kebijakan Tehran bukan semata soal keamanan kawasan, melainkan bagian dari strategi pemulihan ekonomi nasional secara menyeluruh.

Ketidakstabilan yang terus berlangsung di Selat Hormuz memicu kekhawatiran serius di pasar global. Jalur ini dikenal sebagai salah satu titik paling kritis dalam rantai pasok energi dunia, di mana gangguan sekecil apapun berpotensi mengguncang distribusi minyak mentah dan gas alam sekaligus mendorong lonjakan biaya logistik internasional. Banyak perusahaan pelayaran kini memilih menunda pengiriman atau memutar rute ke jalur alternatif yang lebih panjang dan mahal demi menekan risiko operasional.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________